Memori, Sampai Nanti

Tak Sempat Mencecap

Kukira akan menang, sebab sambutnya tak lagi dapat digugat.
Kukira akan terang, sebab yang ditetapkan memunculkan keyakinan di depan.
Kukira akan tenang, sebab segala kebutuhannya telah dicukupkan.
Perkiraan yang tak sempat dicecap, tempo hari tetiba hilang, mungkin saja tamat. 

Yang datang tanpa aba-aba, kecil diupayakan, sudah jalannya jika memang hilang dengan segera.
Jalan untuk menang tetap diharap, meski terang sedang diredupkan dan tenang sedang digaduhkan. 

Satu hari seorang guru memintaku belajar.
Barangkali aku perlu belajar untuk tidak menerima dengan segera sesuatu yang mengundang senang.
Lumatkan dan segera telan, karena yang biasa menjadi milikku adalah sebaliknya.