Di kursi kayu yang kesepian, aku merayakan kedinginan
Seorang perempuan duduk di seberang mata, di kursi lainnya
Mengunyah
Mengunyah
Tak ada kata saling berbalas, meski riuh di kepala
Menginginkan hangat dibagi satu sama lain, barangkali
Merindukan cerita bertaut, namun tak pandai merumuskan
Dua perempuan yang dulu berbagi kesempatan hidup dalam satu tubuh
Merayakan perjumpaan kali pertama
Mengupayakan tetap di garis hidup
Hingga berjibaku untuk bertahan masing-masing, barangkali bukan satu sama lain, entahlah
Kesempatan hidup yang dulu dirayakan bersama
Apakah hari ini masih sama?
Tidak banyak suara
Tidak ada yang paham, apa yang diinginkan oleh keduanya
