Memori, Sampai Nanti

Menamai Keju Satu Persatu

Keju paling legit adalah keju yang terakhir kita cecap, yang pada saat kita mengecapnya, tidak ada lagi keinginan untuk mencari keju lainnya.
Keju yang paling legit baru akan kita sadari ketika sudah berjarak dengan ambisi; segala yang datang dan pergi diterima dengan cukup. 

Lidah melumatkan dan menamai satu persatu rasa yang tinggal. Satu keju paling enak hari ini akan kembali dicari. Hingga dua, tiga, empat kali berulang lumat di langit-langit mulut, lidah kita mulai terbiasa, tidak lagi istimewa. Suatu ketika, sengaja maupun tak terduga, satu keju lainnya berkenalan, rasanya berbeda. Tenggorokan kita terangsang oleh mata yang menyaksikan keju milik orang lain; kali ini kejunya punya warna, lebih besar, dan ada hiasannya. Melirik dan menelan ludah sambil bicara pada diri sendiri,”sepertinya menarik untuk dicoba.” Ada harga yang harus dibayar, ada usaha yang dikerahkan, pun tentu saja ada ambisi yang dipertaruhkan. Saat mencapainya, dicecap sekali terasa legit, setelahnya akan sama dengan keju lain sebelumnya, terbiasa.

Keju yang menjadi pemantik ambisi, rasa iri, dan ekspektasi…