Ada malam-malam riuh berbalas pesan
Ada hangat gelombang suara dari jauh, kamu di sepanjang jalan, sekadar bertanya jam berapa aku tiba di rumah
Ada isak yang diam-diam berpeluk tawa, kita bicara saling menyeka
Ada jabat erat, tanda kita sepakat sebagai sahabat
Ada yang memudar dari riuhnya malam
dari hangatnya pertanyaan kapan tiba
dari peluk erat saling menyeka
dan jabat erat yang terlepas
Ada cerita tersisa
Ada kita yang pernah bersama dan kini tak bersua, enggan menyapa
Ada kebaikan yang masih membekas, tapi ingin dilepas
Ada jalan yang lebih terang tanpa saling melihat dan mengingat
Ada jalan yang lebih terang dengan mengakui, bahwa tentang kita ada masanya, tak ada yang selamanya
