Bahagia itu sederhana, ketika kami dapat bercakap dengan pelajar nusantara. Bahagia itu sederhana, ketika dapat membersamai mereka dalam proses curah gagasan. Bahagia itu sederhana, ketika kita dapat bersama-sama merengkuh romantisme bumi Tuhan dengan segala kegelisahannya. Pun, kebahagiaan yang kekal adalah eksistensi adat tanpa batas, sebuah ritual sederhana yang akan selalu dihidupi dalam memfasilitasi para penggerak perubahan untuk Ibu Pertiwi.

Seperti yang disampaikan berkali-kali oleh Sapardi Djoko Damono bahwa aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Begitulah Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) ini terus berupaya untuk menjadi wahana sederhana sebagai tempat curah gagasan dan menjadi media alternatif kepada siapa saja yang ingin berteman dan berkarya. Berteman artinya memberikan ruang bersosialisasi melalui program-program temu komunitas dan kelas. Bukan pertemanan biasa yang kami harapkan, melainkan sebuah wadah apresiasi atas gerakan-gerakan yang telah mereka upayakan di daerah melalui film, untuk sebuah pencapaian besar yaitu menjadi manusia di atas rata-rata. Berkarya, sama sekali tidak ingin mencetak para pelajar untuk menjadi seorang ahli pembuat film. Festival ini menekankan bahwa film hanyalah salah satu media alternatif untuk mengemas gagasan dan kegelisahan pelajar nusantara. Oleh karena itu, kami selalu menyiapkan temu komunitas dan kelas untuk saling curah gagasan bersama para praktisi dan akademisi lintas disiplin ilmu. Pun bersama komunitas-komunitas yang sudah memiliki gerakan sosial melalui media alternatif lainnya misalnya musik, komik, dan buku.
Romantisme yang selalu larut dari ketulusan hati para pelajar nusantara untuk berimajiner dalam ruang belajar bersama patutlah mendapat apresiasi. Keberanian mereka untuk mencari penghidupan lain di luar tembok sekolah tentulah bukan hal yang datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pemikiran dan pengendapan serius. Keseriusan untuk terus berproses ini semoga akan selalu dihidupi dengan segala bentuk kesederhanannya.
